Sharing Canvas

Berbagi ilmu yang seintas sederhana, tapi kalau dipintasi berkali-kali rumit juga. Semoga ada inspirasi untuk menyusun Canvas yang khusus untuk bisnis digital hehee.

Blogger Tricks

Brown-Bag Session I-OER

Jadi dosen zaman now harus banyak memperbarui pengetahuan dan menggalang inspirasi untuk diamalkan.

Tonggak Akademik BinusBDG


Kalau di DKI Jakarta, kampus berlokasi satu atap dengan mall/pasar raya bukan hal yang tabu. Tapi di Kota Bandung hal ini masih dianggap nyentrik. Apakah ada relasi antara kedekatan kampus dengan pusat aktivitas ekonomi merupakan isu yang menarik untuk diulas, tapi dengan latar pendidikan non-ekonomi dan pengetahuan statistik terbatas tentu saya kurang kompeten menyelidikinya.

Okay, ini adalah kampus tempat saya bernaung sebagai seorang pendidik. Wallahualam dengan faktor X,Y, atau bahkan Z, saya hanya fokus pada keinginan memberikan kontribusi yang terbaik. Bismillah.

Nengok BKPM

BDG 0km


Lokasinya memang strategis, tapi tidak banyak yang tahu bahwa sebetulnya ini adalah titik pusat nadi perhitungan lokasi berbagai tempat di Kota Bandung. Mungkin karena jarang dijadikan tempat kegiatan yang menarik, mungkin juga karena hal yang sifatnya histori dianggap terlalu formal hehee.

The Left Responsibility


Ada tanggung jawab yang tidak sepenuhnya ditunaikan oleh pengguna lokasi ini. Anggapan bahwa ada petugas kebersihan adalah alibi yang terlalu kekanak-kanakan di sebuah universitas yang mencetak calon 'pengurus' masyarakat. Entah apa yang di benak oknum-oknum ini

Barokallah Mas Nizar


Alhamdulillah kawan saya mas Nizar Zulfikar telah melangsungkan akad pernikahan di kawasan Dago, Kota Bandung. Lokasi yang masih satu kota membuat saya dan istri mengagendakan untuk hadir walau musti bangun pagi plus atur jadwal dengan agenda kondangan lainnya hehee. InsyaAllah jika diniatkan ibadah menjalin silaturahim maka ada ganjaran tersendiri.

Oh ya, beliau ini merupakan kawan saya yang hampir selama tiga tahun pulang bareng Pramuka lantaran rumah kami sama-sama berada di area Kabupaten Tegal sebelah Selatan. Di sela-sela liburan pasca-UN saya juga sempat mampir ke rumahnya di Harjowinangun. Beliau adalah sosok kocak yang penuh dengan tingkat 'ada-ada saja'. Mantan calon juru uang sekaligus pemangku adat sekaligus pradana ini merupakan sosok yang karir di ambalannya mirip dengan saya, yaitu diawali sebagai medioker tapi alhamdulillah eksis hingga purnabakti.

Apa ini?

Pioneering dalam bentuk yang menyerupai kubah ini ada di ITB. Entah siapa yang membangunnya dan apa tujuannya. Yang pasti saya terkesima dengan bentuknya yang 'eksotik'. Entah berapa puluh bambu yang digunakan.

I was there ...

Benang Kusut Rohingya

Rohingya, suku yang terusir dari negara asalnya, Myanmar. Rohingya juga telah menyita atensi sebagian masyarakat dunia, tak terkecuali di Indonesia. Ya, dengan status sesama negara ASEAN sekaligus benang merah berupa populasi muslim, sangat tidak mungkin Indonesia nir-simpati pada mereka. Pemerintah dan masyarakat sipil di Indonesia sudah mengerahkan berbagai bantuan. Uluran logistik, diplomasi politik, hingga doa terus digencarkan walau tidak juga berbuah hasil positif.

Perkara Rohingya memang terlanjur menjadi benang kusut yang sukar diurai. Masyarakat Indonesia tentu sangat sulit memahami dan menemukan analogi kasus Rohingya untuk urusan intern Indonesia. Jika gerakan separatis di Moro ada kasus serupa di Indonesia, jika labilitas politik pun pernah dirasakan Indonesia, jika pemberontakan juga demikian, maka tidak dengan 'pengusiran' suku tertentu agar mereka hengkang dari negerinya. Dengan ratusan suku belum pernah ada sejarahnya ada suku yang 'diusir' dari Indonesia. Insiden dan konflik SARA memang pernah menjadi aib tapi tidak pernah sekalipun ada tindakan pengusiran yang direstui pemerintah bahkan memaksa salah satu suku hengkang dari Indonesia. Maka, tidak heran Indonesia sangat bingung dengan kasus ini.

Dari kasus Rohingya, terbuka pula mata kita bahwa memang para negara adidaya itu 'berat sebelah'. Isu senjata nuklir serta diskriminasi suku Kurdi menjadi pangkal agresi Amerika Serikat ke Irak. Tapi isu pernah tidak pernah terbukti, malah terumbar jelas motif ekonomi dan politik di balik agresi itu. Namun, sangat gersang atensi negara-negara adidaya untuk ikut menjernihkan perkara Rohingya ini. Mungkin mereka tidak menganggap isu ini mengancam dominasi mereka sebagaimana ancaman mayor yang tengah 'direbus' di Semenanjung Korea.

Perkara Rohingya memang diselimuti berbagai isu. Ada ujar-ujar bahwa konflik ekonomi antara suku-suku di Myanmar sebagai penyebabnya. Ada ujar-ujar bahwa provokasi pemuka agama di Myanmar menjadi peletupnya. Ah macam-macam lah propagandanya. Tapi melihat berantakannya kemanusiaan dan masa depan anak-anak di sana, itu lebih dari cukup sebagai alasan untuk berdamai.