Awal Musim Baru

Blogger Tricks

Ready Steady Hmmm


Sulit membayangkan ada di forum ini bersama wajah-wajah yang sebetulnya familiar. Wajah-wajah kini menjadi rekan kerja saya untuk menuju Universitas Telkom yang lebih baik.

Membidik Belantara

Pada dasarnya manusia dibekali keinginan untuk berkembang. Keinginan ini merupakan wujud dari hawa nafsu yang apakah negatif atau positifnya, itu berpulang pada niat serta bagaimana cara meraih perkembangan tersebut. Tersemat pula dalam proses perkembangan diri tersebut levelisasi, yaitu pola pikir untuk memulai dari tingkatan sederhana dan relatif lokal menuju tingkatan yang lebih sukar dan bahkan mengglobal. Boleh jadi orang melirik rencana berkembang sebagai watak yang ambisius, nah, tinggal bagaimana kita fokus untuk merealisasikannya sebagai bentuk ibadah yang juga menebar kebaikan pada orang lain.

Sudah dalam dua pekan ini 'berburu' informasi mengenai Call for Paper serta International Conference. Tentu banyak yang harus dipertimbangkan untuk menghadapi 'seleksi' kegiatan-kegiatan tersebut. Mulai dari jadwal seleksi dan 'putaran final', bagaimana mekanisme pendanaan, bagaimana kita memperoleh dukungan tempat berafiliasi, hingga yang paling esensi, riset atau gagasan apa yang akan kita sodorkan. Semuanya merupakan komponen-komponen yang memaksa kita berpikir tidak hanya urusan 'masakan' apa yang akan dihidangkan, melainkan juga kompor, elpiji, wajan, bahkan tempat memasaknya.

Arah diri ini mulai mengkristal pada beberapa ketertarikan atau minat di bidang tertentu. Tata kelola TI, keamanan informasi, kualitas informasi, perdagangan elektronik, ekonomi kreatif, dan tak lupa kecerdasan buatan merupakan domain yang menjadi ranah favorit. Tapi dengan keterbatasan daya pikir, kita perlu menyusun skala prioritas dengan menengok berbagai faktor yang ada. Insya Allah untuk tahun 2016 dan 2017 ini akan fokus di keamanan informasi dan perdagangan elektronik.

Mengenai hutan belantara yang perlu dijelajahi, bidikan perlu diperluas ke penjuru samudra yang jauh di seberang sana. Berkembang dengan metode yang terancam babak belur, namun memantik kita untuk lebih keras dalam memperbaiki diri. Ibarat buah, akan ada saatnya kita ditanam di taah yang entah kita pun tak tahu lokasinya, kita berusaha untuk merangkak di perukaan, lalu tumbuh berkembang hingga pada wkatunya kita patut menyiapkan generasi berikutnya.

Kado 71 Tahun Indonesia

Kemenangan yang persis di hari kemerdekaan Indonesia. Kesempatan terakhir dari semua nomor ini akhirnya berbuah tangisan bahagia. Memang, dari 250 juta manusia berkewarganegaraan Indonesia, hanya dua orang yang berada di lapangan. Sisanya menjadi pelatih, kru, dan tentunya pendukung. Tapi kita sepakat bahwa kita mendulang haru bersama atas raihan emas yang menjadi klimaks kiprah Bangsa Indonesia di kanch Olimpiade Rio 2016.


Terima kasih Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir
Duo yang merupakan paduan yang mencerminkan keragaman suku dan latar belakang personal di Indonesia


Menilik Habibie Festival

Berawal dari info kawan-kawan Tekkamsi Kemenkominfo tentang adanya rangkaian acara kreatif di Museum Nasional, yaitu Habibie Festival. Maka kami menyempatkan diri berjelajah di sana saat sela-sela waktu istirahat. Sampai di sana, wuihh lumayan asyik juga.


Mengenai pemilihan tempat di Museum Nasional, tentu merupakan pilihan yang tepat mengingat lokasi yang strategis serta museum ini sendiri memiliki aset-aset yang menarik sebagai khasanah sejarah Indonesia. Alhasil, bagi yang belum berkunjung ke museum ini, bisa sekalian mengitari petualangan di sini. 

Terkait substansi Habibie Festival-nya sendiri, acara ini dikemas dengan cara yang sangat 'luas' dari sisi segemen pengunjung. Ada anjungan tank serta pesawat yang 'fotoable' bagi semua umur, terutama para bocah hehee. Bagi para bocah, tersedia pula beraneka lomba yang dihelat untuk beradu kreativitas. Bagi para intelektual, beragam talkshow dengan tema kekinian juga digelar, misalnya topik integrasi data bagi e-government. Kisah romansa Bapak Habibie dengan Ibu Ainun juga bisa kita tengok melalui sejumlah foto yang merepresentasikan kuatnya relasi diantara mereka.

Yuk Revisi

Proses penyusunan sebuah karya memang tidak mudah. Jatuh dan terpuruk bukan terminologi asing dalam hidup ini. Problematika justru adalah bagaimana kita bangkit. 

Emng Perlu Ada SER gitu?

Kali ini kesempatan 'gratis' menyimak pembicaraan tentang manajemen risiko dari sisi ancaman dunia teknologi informasi. Penyalahgunaan teknologi informasi serta faktor bencana merupakan ancaman yang mempengaruhi keberlangsungan SI/TI di organisasi kita. Di sini diulas banyak tentang urgensi untuk membangun komitmen, khususnya di layanan pemerintah, berupa lembaga fungsional yang berfungsi sebagai pusat penanganan bencana SI/TI.


Terima kasih kepada Pak Fetri Miftach, Pak Tedy Sukardi, dan Mr. Tony atas ilmu yang dibagikan pada kesempatan tersebut.

Anomali Manchester United

Manchester United adalah klub Inggris paling berisik musim ini untuk urusan bursa pemain. Gelontoran dana gila-gilaan mereka untuk seorang pemuda bernama Paul Pogba telah mematahkan dominasi Real Madrid di jajaran peringkat pemain termahal di dunia. Nominal mencapai 105 juta Euro merupakan angka yang bombastis, bahkan jika dibandingkan dengan Ronaldo, Bale, ataupun Kaka. Gebrakan transfer Pogba yang berisik dan sangat tarik-ulur ini melengkapi kuartetbar Jose Mourinho untuk skuad United musim ini. Tiga pemain yang sudah menghuni Old Traford terlebih dahulu adalah Zlatan Ibrahimovich, Henrikh Mkhitaryan, serta Eric Baily. Sebetulnya dari sisi jumlah pemain baru hasil 'pasar' antar-klub, kuantitas pemain baru United relatif sedikit. Namun nama-nama di atas serta harganya tentu terlalu silau untuk ukuran sebuah klub yang hanya berlaga di kasta kedua kompetisi regional di Eropa, European League. Bahkan, Juventus, PSG, dan Dortmund merupakan kontestan Liga Champion musim 2016-2017 nanti, pun dengan Villareal yang akan melewati babak kualifikasi. Ketiganya adalah mantan klub keempat pemain baru Manchester United

Menengok daftar 30 transfer sepak bola dunia termahal sepanjang sejarah, sangat jarang ada pemain pindah ke klub yang statusnya bukan kontestan Liga Champions atau UCL. Praktis hanya Viera dan Falcao yang klub mereka masing-masing vakum dari UCL saat awal transfer mereka di Inter 1999-2000 serta AS Monaco 2013-2014. Dua nama lain, yaitu Alex dan Hulk hijrah ke luar Eropa, tepatnya Tiongkok. Artinya, sangat jarang seorang pemain berani hijrah ke klub yang berkompetisi di UCL pun tidak. Lantas mengapa ada kasus unik berwujud Manchester United?

Faktor kebesaran klub agaknya patut diapungkan sebagai jawaban. Klub ini merupakan kolektor Liga Inggris, Piala FA, serta Community Shield terbanyak sepanjang sejarah. Beberapa tahun terakhir mereka memang dicongkel oleh Man. City dan Chelsea, bahkan klub yang notabene medioker, Leicester City. Tapi patut diingat bahwa Manchester United adalah dominator kompetisi Liga Inggris dalam kurung 2,5 dekade terakhir, tepatnya sejak digulirkan label English Premier League. Kompetisi ini alias Liga Inggris merupakan magnet yang sangat memikat dimana gap antarklubnya lebih greget daripada kompetisi manapun di Eropa. Di Italia, Juventus sedang mempersiapkan gelar kelimanya musim ini dimana Napoli, AS Roma, Lazio, hingga duo AC Milan-Inter Milan tak kuasa membendungnya. Pun di Jerman, sebuah klub bernama Bayern Muenchen terlalu tangguh di Bundesliga. La Liga terlalu monoton dengan duo kuda pacu FC Barcelona-Real Madrid yang hanya sempat disusul Atletico Madrid. Liga Inggris? Mereka punya gerombolan klub mengerikan asal London, yaitu Chelsea, Arsenal, dan Tottenham, serta duo Manchester United dan Manchester City. Belum lagi jika menghitung Liverpool yang mulai 'kembali fitrah' sebagai klub tradisional Inggris. Jelas kompetisi yang lebih menggiurkan bagi adrenalin. Sebagai catatan, klub-klub Inggris juga bakal berkompetisi dua turnamen lokal, yaitu FA Cup dan Piala Liga Inggris serta tidak ada cuti akhir tahun di Liga Inggris. Terlalu greget bukan?

sumber instagram Manchester United

Manchester United kini memiliki satu musim yang penuh risiko setelah gelontoran uang meninggalkan rekening mereka. Bisa apa nanti Manchester United di akhir musim? Terlalu naif jika mereka hanya menargetkan tiket ke habitat asli mereka di Liga Champions. Mereka bakal digeber untuk gelar juara Liga Inggris. Trofi FA Cup terbukti kurang ampuh untuk menyelamatkan nasib pelatih sebagaimana terlihat musim lalu, apalagi Piala Liga. Ajang European League, entah apakah akan diincar oleh mereka atau tidak. Namun menyaksikan suasana riuh Liga Inggris yang lebih mencekam, barangkali United bakal lebih asyik berinvestasi di Liga Inggris, kompetisi yang sudah mereka 'puasai' sekian musim untuk kembali mereka 'kuasai'.

Selamat menikmati hasil dari investasi gila-gilaan ini

Visitasi Akreditasi MTI UI

Pada Sabtu, 6/8 lalu, saya berkesempatan diundang sebagai salah seorang alumni di dalam rangkaian proses visitasi assesor BAN-PT dalam rangka akreditasi program studi Magister Teknologi Informasi. Awalnya saya menduga bahwa para alumnus harus bertatapan satu lawan satu dengan tim asesor ataupun mengisi form-form tertentu sebagai bagian dari borang penilaian. Ternyata meleset perkiraan tersebut. Proses penilaian pada sesi alumni serta pengguna alumni justru menggunakan metode diskusi kelompok terpumpun atau focus group discussion. Hal ini tentunya menjadi suatu metode menarik mengingat penyampaian pendapat akan bersifat terbuka dan bisa jadi memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Tidak banyak detail yang bisa saya paparkan di sini mengingat hasil dari diskusi kemarin belum ada penjelasan tentang keterbukaan aksesnya. Maka saya asumsikan bahwa sifatnya rahasia dan terbatas. Secara umum, para alumnus serta para pengguna alumnus memiliki persepsi positif terhadap kualitas mahasiswa MTI serta proses pembelajaran di dalamnya.

Kurikulum 2016 di Informatika Unitel

Siklus transformasi kurikulum ternyata juga tengah berlangsung di Universitas Telkom. Ya, dengan masa berlaku empar tahun terhitung 2012 lalu, maka tahun 2016 ini menjadi titik evaluasi untuk menentukan formulasi yang tepat bagi mahasiswa di tiap program studi. Saya sendiri kurang paham mengenai ekosistem dunia kerja di luar program studi Informatika, Sistem Informasi, dan Sistem Komputer, maka saya kurang mengerti juga dinamisnya faktor eksternal yang mempengaruhi pengubahan kurikulum di luar program-program studi tersebut. Khusus ketiga program studi tadi, situasi di dunia kerja sangat dinamis. Sebagai contoh, e-dagang alias e-commerce belum 'sepecah' sekarang. Saat saya lulus, Tokopedia masih merintis popularitas, bahkan Traveloka belum terdengar, tapi sekarang keduanya adalah dominator pasar dunia digital di Indonesia. Begitu pula perkembangan teknologi dari sisi jaringan, web programming, maupun intelejensi buatan. Bisa dibilang, susah untuk tidak mengubah kurikulum di tiga prodi tadi. Bahkan, jika regulasi memungkinkan, boleh jadi kurikulum di tiga program studi tersebut akan diisi dengan slot-slot SKS yang sifatnya bisa dimodifikasi di tengah jalan. Berikut ini sedikit analisis mengena kurikulum baru di Informatika.


Suasana kelas IPA akan direduksi seiring pemangkasan 'horor' Kalkulus I dan II serta Fisika I, II, dan praktikum yang total kelimanya 16 SKS menjadi hanya 3 SKS Kalkulus serta 3 SKS Fisika. Bagi para penggemar fanatik Probabilitas dan Statistika, jangan khawatir karena eksistensi mata kuliah satu ini masih tetap lestari jaya. Relasi kuat Probstat jelas lebih kuat pada beberapa mata kuliah yang sifatnya penerapan ilmu statistik seperti Penambangan Data dan Kecerdasan Buatan. Dunia digital yang semakin marak pun disikapi dengan tanggap melalui kehadiran duo mata kuliah baru, Pemprograman Web dan Model Bisnis Digital. Sebetulnya mereka tidak baru-baru amat sih, yanbg pertama sempat menjadi mata kuliah pilihan, sedangkan yang lainnya evolusi dari Internet dan Bisnis ICT.

Keberadaan Pemprograman Web di tahun kedua serta penempatan mata kuliah Struktur Data ke tahun pertama seolah menegaskan bahwa kompetensi 'ngoding' menjadi harga mati yang tolong jangan ditawar lagi jika ingin mendapat pengakuan sebagai sarjana dari program studi ini. Apakah ini terlalu 'keras'? Tidak. Saya merasa ini merupakan sebuah metode untuk mengarahkan mahasiswa Informatika agar memiliki jati diri atau profil yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Terlepas dari profesi bidang ICT yang luas dengan adanya peluang kerja yang tidak ngoding, tetap saja kompetensi 'ngoding' merupakan sebuah kemahiran yang patut dimiliki oleh seorang fresh graduate dengan ijazah dari program studi Informatika. Urusan softskill, rasa-rasanya tidak perlu ulasan lebih lanjut. Dengan dipertahankannya mata kuliah wajib yang asli produk kurikulum 2012, yaitu Keprofesian, yang fungsi sebagai pembuka wawasan calon-calon alumni sekaligus calon pencari kerja dan penjadi jodoh.